Aceh, khususnya Banda Aceh, lima tahun lalu hanyalah wilayah ataupun kota kecil biasa seperti kota-kota kecil lainnya di nusantara. Tak ada yang istimewa pembangunan yang ada di sini, yang istimewa hanya sejarah sebagai wilayah awal masuknya Islam di nusantara, Serambi Mekkah, syariat Islam, dan tentu saja konflik politik yang berkepanjangan. Ditambah lagi musibah tsunami yang meluluhlantakan hampir semua infrastruktur yang ada.Tak ada mall, yang ada hanya pusat perbelanjaan kecil yang sering jatuh bangun. Tak ada hotspot gratis, yang ada hanya warnet yang memakai Telkom sebagai provider dan hanya ada dua provider lokal yang saat itu bermain menjual bandwith (itu juga tak penuh ngasinya . Tak ada cafe gaul, yang ada hanya warung kopi menjadi tempat nongkrong dan tempat transaksi segala aspek kehidupan. Peak Hour jalanan hanya terjadi di saat pagi hari dan siang hari, saat jam awal aktivitas dan saat jam pulang beraktivitas.

